Penyakit Avian encephalomyelitis (AE) Pada Ayam

Penyakit Avian encephalomyelitis

Avian encephalomyelitis (AE) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang ayam muda. Tidak hanya ayam, hampir semua jenis unggas rentan terserang penyakit ini, misalnya kalkun, burung puyuh, merpati, bebek dan lain-lain.

Bagi binatang ternak virus ini dapat menyebabkan penurunan produktivitas, terutama pada ayam pedaging dan ayam petelur. Namun tanda-tanda ini tidak menunjukan secara jelas angka kematian pada unggas

Penyabab Avian Encephalomyelitis
Penyakit ini disebabkan oleh virus RNA dari family Picornaviridae. Dengan mikroskop elektron terlihat virion-virion yang berbentuk heksagonal dan mempunyai enveloped serta mempunyai diameter 24-32 nm. Virus AE tahan terhadap kloroform, tripsin, asam dan pepsin serta DN ase.


Penyebaran Avian encephalomyelitis (AE)

  • Virus AE dapat ditumbuhkan pada kultur jaringan dari fibroblast embrio ayam dan ginjal ayam. Virus juga dapat dibiakkan pada telur ayam berembrio (TAB) pada bagian kuning telur, cairan amnion dan cairan alanto.
  • Penyebaran AE sangat rawan menyerang ayam usia muda, yaitu umur 2-3 minggu. Selain ayam resiko penyebaran virus AE bisa juga menyerang unggas lain seperti, itik, kalkun, bebek dan jenis unggas lainnya.
  • Penularan virus AE sangatlah cepat, ayam yang terinfeksi virus ini bisa dengan cepat menulari ayam lainnya lewat feses.

Gejala Klinis Ayam yang Terinfeksi Avian Encephalomyelitis (AE)

Ciri-ciri ayam terkena penyakit Avian encephalomyelitis diantaranya adalah ayam berjalan sempoyongan (ataksia), kepala dan lehernya gemetaran atau tremor. Penyakit ini disebut juga apidemik tremor. Selain menyerang ayam, AE juga menyerang kalkun dan burung puyuh pada umur muda (1-3 minggu).

Pengendalian Penyakit Avian encephalomyelitis (AE)

Hingga saat ini masih belum ditemukan obat untuk penyakit ini, jadi khasus virus AE hampir sama dengan virus flu burung. Meskipun demikian, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk pencegahan penyakit ini:
  • Berikan vaksin AE kepada ayam, terutama untuk ayam muda,
  • Vaksin dapat diberikan melalui air minum atau suatu produk kombinasi dengan vaksin cacar (avian pox) yang diberikann secara intra dermal atau penusukan (penggoresan) pada salaput sayap.
  • Vaksinasi cukup dilakukan satu kali dan biasanya dapat melindungi sampai ayam diafkir. Sedangkan untuk pengobatan AE yang efektif belum ada.
  • Karena penyakit ini dapat diturunkan melalui telur, maka harus diupayakan bibit yang berasal dari induk yang bebas AE.
  • Anak ayam yang menderita AE, sebaiknya dimusnahkan dengan cara membakarnya atau menguburnya. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit lebih luas lagi.
  • Kandang dan peralatan yang tercemar harus segera disucihamakan dengan desinfektan.
  • Sedangkan ayam dewasa yang dikhawatirkan sebagai pembawa penyakit (carrier) dapat dipotong dan dagingnya dapat dikonsumsi dan telurnya dapat dijual sebagai telur konsumsi.
  • Ayam yang terserang AE dapat sembuh, namun sangat sedikit yang dapat mencapai kesembuhan sempurna dan ayam tersebut biasanya sudah tidak efisien lagi untuk dipelihara.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel